SITUBONDO — Kehadiran aparat kepolisian di tengah masyarakat bukan semata-mata berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga menyangkut kepedulian, komunikasi, dan tanggung jawab sosial. Hal tersebut tercermin dalam kunjungan Unit Laka Lantas Polres Situbondo bersama Pokdarkamtibmas Bhayangkara Polres Situbondo ke kediaman almarhum Abdul Rasyid, korban kecelakaan lalu lintas di Desa Tanjung Glugur, Kecamatan Mangaran, Kabupaten Situbondo, Minggu (1/11/2026).
Kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk membangun komunikasi langsung antara kepolisian dan keluarga korban, sekaligus memberikan ruang bagi keluarga menyampaikan harapan terkait perkembangan penanganan peristiwa kecelakaan yang merenggut nyawa Abdul Rasyid.
Rombongan disambut oleh keluarga almarhum, termasuk Salamah, putri korban, serta Kepala Dusun Tanjung Glugur. Pertemuan berlangsung dalam suasana kekeluargaan dengan pembicaraan yang berfokus pada harapan keluarga dan proses penanganan perkara.
Di tengah duka yang masih dirasakan, Salamah menyampaikan harapannya agar pihak kepolisian memberikan perhatian serius terhadap peristiwa yang menimpa ayahnya. Bagi keluarga, kejelasan penanganan perkara dan kepastian hukum menjadi hal yang sangat dinantikan.

Menanggapi harapan tersebut, perwakilan kepolisian menegaskan bahwa pihaknya tetap melakukan pendalaman terhadap perkara yang terjadi. Proses penanganan, menurutnya, membutuhkan tahapan dan tidak dapat diselesaikan secara instan.
“Kami dari kepolisian tidak diam. Namun, setiap perkara tidak bisa diselesaikan secepat kilat. Kami akan terus melakukan penggalian informasi,” demikian penegasan perwakilan kepolisian dalam pertemuan tersebut.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa proses penanganan masih memerlukan pendalaman informasi. Karena itu, keluarga dan masyarakat berharap setiap tahapan dapat berjalan secara profesional, transparan, serta sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Sementara itu, Kapokdarkamtibmas Bhayangkara Polres Situbondo, Haji Ismail, menyampaikan apresiasi terhadap langkah Unit Laka Lantas yang hadir secara langsung menemui keluarga korban.

Menurut Haji Ismail, komunikasi langsung antara aparat kepolisian dan masyarakat merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan publik. Terlebih, ketika masyarakat sedang menghadapi persoalan yang membutuhkan perhatian dan penjelasan dari institusi kepolisian.
Ia menilai, kehadiran aparat di tengah keluarga korban bukan hanya menjadi bentuk komunikasi kelembagaan, melainkan juga memperlihatkan pentingnya pendekatan humanis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Di sisi lain, Haji Ismail juga menunjukkan komitmen terhadap etika dan tata krama dalam menjalankan kegiatan kemasyarakatan. Sebelum memasuki wilayah Desa Tanjung Glugur, ia terlebih dahulu melakukan kulowon atau permisi kepada Kepala Desa Tanjung Glugur sebagai bentuk penghormatan terhadap pemerintah desa dan adat kesopanan setempat.
Namun, Kepala Desa Tanjung Glugur belum dapat hadir karena sedang berada di Paiton. Kendati demikian, kegiatan kunjungan tetap berlangsung dan diterima oleh keluarga korban bersama Kepala Dusun Tanjung Glugur.

Keterlibatan Pokdarkamtibmas Bhayangkara dalam kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan peran organisasi kemitraan masyarakat dalam mendukung tugas kepolisian. Tidak hanya berkaitan dengan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, kemitraan tersebut juga dapat menjadi jembatan komunikasi ketika warga membutuhkan perhatian dan penyampaian aspirasi.
Kunjungan ini juga menjadi pengingat bahwa penanganan perkara kecelakaan lalu lintas tidak hanya menyangkut proses hukum, tetapi memiliki dimensi kemanusiaan yang tidak boleh diabaikan. Keluarga yang kehilangan anggota keluarganya membutuhkan ruang untuk didengar, memperoleh penjelasan, dan mengetahui perkembangan penanganan perkara.
Pada akhirnya, kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian tumbuh melalui perpaduan antara profesionalitas dalam penegakan hukum dan kepedulian dalam pelayanan. Kehadiran Unit Laka Lantas Polres Situbondo bersama Pokdarkamtibmas Bhayangkara di rumah keluarga Abdul Rasyid menjadi salah satu bentuk komunikasi tersebut.
Keluarga menantikan kepastian, masyarakat mengharapkan transparansi, dan publik berharap setiap proses penanganan perkara berjalan sebagaimana mestinya. Sebab, di balik setiap peristiwa kecelakaan, ada keluarga yang kehilangan dan menunggu kejelasan.












