Monitoring FKDM di RSUD Abdoerrahem Situbondo: Apresiasi Pelayanan, Catat Evaluasi di Hari Ulang Tahun Bupati

Situbondo – Momentum hari ulang tahun Bupati Situbondo menjadi latar penting bagi kunjungan yang dilakukan Wakil Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Haji Ismail, ke RSUD Abdoerrahem Situbondo. Sidak ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah konkret untuk memastikan kualitas pelayanan kesehatan benar-benar dirasakan masyarakat secara langsung, Senin (30/3/2026).

Dalam kunjungannya, Haji Ismail menempuh pendekatan humanis dengan menyambangi langsung sejumlah pasien di berbagai ruang perawatan. Ia berdialog tanpa protokoler berlebihan, menanyakan secara lugas bagaimana pengalaman pasien selama menjalani pengobatan, mulai dari proses administrasi hingga kualitas layanan medis.

Salah satu pasien, Nur Maulidiyah, perempuan kelahiran Berekas, Raas, yang kini berdomisili di Paaraman, Situbondo, menyampaikan kesan positifnya. Dengan raut wajah tenang, ia mengaku sangat puas terhadap pelayanan rumah sakit.

Photo: Nur Maulidiyah pasien asal Ra’as yang Saat Ini Berdomisili di Paraaman, Situbondo

“Terima kasih kepada Bupati Situbondo, Mas Rio. Saya sebagai pasien BPJS benar-benar dilayani dengan baik. Pengobatan berjalan lancar, makanan diberikan tepat waktu, siang dan malam,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menjadi indikator bahwa pelayanan kesehatan berbasis jaminan sosial seperti BPJS di RSUD Abdoerrahem telah berjalan dengan standar yang layak, bahkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi pasien dari berbagai latar belakang.

Apresiasi serupa juga datang dari pasien lain, Sri Wahyuni, warga Tenggir Barat. Ia menilai pelayanan rumah sakit tidak hanya cepat, tetapi juga penuh empati. “Saya sangat puas. Perawatnya ramah, pelayanannya tidak berbelit,” tuturnya singkat namun tegas.

Sidak
Photo: Kiri Haji Isma’il, Kanan Sri Wahyuni Pasien dari Tenggir Barat, Panji, Situbondo

Sementara itu, Ribut Suryanto, pasien asal Panarukan, turut menyampaikan rasa syukur atas kemudahan akses layanan kesehatan melalui program Kartu Brantas. Ia menyebut keberadaan program tersebut sangat membantu masyarakat kecil dalam mendapatkan pelayanan medis yang layak. “Alhamdulillah, dengan kartu ini kami merasa sangat terbantu,” katanya.

Baca Juga:
Di Bawah Langit Gelap Trebungan: Ketika Negara Redup, Nurani Warga Menyalakan Cahaya

Di tengah rangkaian sidak, Haji Ismail juga memberikan perhatian khusus terhadap performa tenaga keperawatan. Ia menilai ada perubahan signifikan dalam pola pelayanan yang lebih ramah dan berorientasi pada kenyamanan pasien. Menurutnya, hal ini tidak lepas dari peran Ahmad Busairi, Kepala Seksi Keperawatan, yang dinilai berhasil menciptakan budaya kerja positif di lingkungan rumah sakit.

“Perawat di sini terlihat lebih humanis, penuh senyum, dan mampu memberikan ketenangan bagi pasien serta keluarga. Ini sebuah gebrakan yang patut diapresiasi,” ungkap Haji Ismail.

Sidak
Photo: Haji Ismail Bersama Ribut Warga Panarukan

Namun demikian, sidak tersebut tidak hanya berisi apresiasi. Haji Ismail juga menemukan beberapa catatan penting yang perlu segera dievaluasi. Saat berada di area pendaftaran, ia mengamati adanya petugas keamanan yang kurang menunjukkan profesionalisme. Beberapa di antaranya terlihat duduk santai dan bercengkrama, tanpa memperhatikan situasi sekitar.

Temuan ini menjadi sorotan serius, mengingat posisi satpam merupakan garda terdepan dalam menciptakan kesan pertama bagi masyarakat yang datang ke rumah sakit. “Pelayanan bukan hanya soal medis, tetapi juga sikap dan etika semua unsur, termasuk keamanan,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti sikap petugas di pintu keluar yang dinilai kurang ramah. Haji Ismail menekankan pentingnya menjaga ekspresi dan sikap dalam memberikan pelayanan, karena hal-hal kecil seperti senyuman dapat berdampak besar terhadap persepsi publik.

Sidak
Photo: Waka FKDM saat Berada di Ruang Pendaftaran RSUD Abdoerrahem Situbondo

“Kita berharap semua petugas, termasuk di pintu keluar, bisa menunjukkan wajah yang ceria. Jangan sampai masyarakat pulang dengan kesan yang kurang baik,” tambahnya.

Sidak ini mencerminkan upaya pengawasan sosial yang konstruktif, di mana masyarakat melalui FKDM turut berperan aktif dalam memastikan pelayanan publik berjalan optimal. Di sisi lain, hasil sidak juga menjadi refleksi bagi manajemen RSUD Abdoerrahem untuk terus meningkatkan kualitas layanan secara menyeluruh, tidak hanya pada aspek medis tetapi juga pada etika pelayanan.

Baca Juga:
Kapokdar Kamtibmas Bhayangkara Polres Situbondo Sidak SPBU Lamongan Arjasa, Pastikan Tidak Ada Penimbunan Gas LPG 3 Kg

Momentum ulang tahun Bupati Situbondo pun terasa lebih bermakna dengan adanya evaluasi langsung di lapangan. Apresiasi dari pasien menjadi bukti bahwa kebijakan dan program yang dijalankan telah memberikan dampak positif, sementara catatan kekurangan menjadi bahan perbaikan ke depan.

Dengan kombinasi antara kepuasan pasien dan evaluasi yang konstruktif, RSUD Abdoerrahem Situbondo diharapkan mampu terus bertransformasi menjadi institusi layanan kesehatan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat secara berkelanjutan.