Berita  

Perpisahan KKN UMJ Kelompok 10 di Balai Desa Wonosuko Bondowoso, 20 Mahasiswa Tinggalkan Jejak Pengabdian dan Kenangan Berharga

Redaksi
Umj
KKN boleh berakhir, tetapi cerita kebersamaan akan tetap abadi. Perpisahan KKN Universitas Muhammadiyah Jember Kelompok 10 di Desa Wonosuko Bondowoso menjadi momen penuh haru. Sebanyak 20 mahasiswa meninggalkan jejak pengabdian melalui ilmu, kepedulian, dan kebersamaan bersama masyarakat.

Bondowoso – Suasana haru dan penuh keakraban mewarnai acara perpisahan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember (UMJ) Kelompok 10 bersama masyarakat Desa Wonosuko, Kabupaten Bondowoso. Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 24 Agustus 2026, bertempat di Balai Desa Wonosuko, menjadi penanda berakhirnya perjalanan pengabdian 20 mahasiswa KKN UMJ Kelompok 10 setelah menjalankan berbagai program bersama masyarakat.

Perpisahan tersebut bukan sekadar seremoni penutupan kegiatan akademik, melainkan menjadi momentum penghargaan atas kebersamaan yang telah terbangun antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat selama pelaksanaan KKN.

Selama berada di Desa Wonosuko, mahasiswa KKN UMJ Kelompok 10 tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga hadir sebagai bagian dari kehidupan masyarakat. Mereka berinteraksi, belajar memahami kondisi desa, serta berupaya memberikan kontribusi melalui kegiatan yang memiliki manfaat bagi warga.

Dengan pendampingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Drs. Hery B. Cahyono, M.Si., mahasiswa diarahkan agar mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan dalam bentuk pengabdian yang nyata.

Ketua Kelompok 10 KKN UMJ, Muhammad Imron, bersama 19 anggota lainnya menjalankan berbagai kegiatan dengan semangat kolaborasi bersama pemerintah desa dan masyarakat Wonosuko.

Tinggalkan Warisan Program Peta Fisik Desa

Salah satu program unggulan yang menjadi bagian penting dari pengabdian KKN Kelompok 10 adalah pembuatan peta fisik Desa Wonosuko.

Umj
Dari kampus menuju masyarakat, dari teori menuju pengabdian. KKN UMJ Kelompok 10 menghadirkan pengalaman berharga di Desa Wonosuko Bondowoso. Bukan hanya meninggalkan program, tetapi juga meninggalkan kenangan, persahabatan, dan semangat perubahan.

Program tersebut menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam membantu desa memiliki informasi wilayah yang lebih terstruktur. Peta fisik desa dapat menjadi salah satu pendukung dalam mengenali kondisi wilayah, potensi desa, serta membantu perencanaan pembangunan ke depan.

Baca Juga:
207 Tahun Bondowoso: Tua Usia, Miskin Kemajuan? Refleksi Dua Abad Perjalanan Kota yang Menunggu Lompatan Besar

Kehadiran program ini menunjukkan bahwa mahasiswa KKN tidak hanya datang untuk melaksanakan kegiatan dalam waktu singkat, tetapi juga berupaya meninggalkan hasil yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat setelah masa pengabdian selesai.

Melalui peta fisik desa, informasi mengenai wilayah dapat lebih mudah dipahami oleh pemerintah desa maupun masyarakat dalam berbagai kebutuhan pembangunan dan pelayanan.

Edukasi Hukum Tingkatkan Kesadaran Masyarakat

Selain peta fisik desa, program unggulan lainnya yang dilaksanakan mahasiswa KKN UMJ Kelompok 10 adalah edukasi hukum bagi masyarakat Desa Wonosuko.

Program tersebut menjadi bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pentingnya pemahaman hukum dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi hukum diberikan agar masyarakat memiliki wawasan mengenai hak dan kewajiban serta memahami pentingnya kesadaran hukum di lingkungan sosial.

Mahasiswa berupaya menghadirkan pemahaman hukum dengan pendekatan yang mudah diterima masyarakat. Dengan demikian, hukum tidak hanya dipandang sebagai aturan formal, tetapi juga sebagai pedoman dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang tertib dan harmonis.

Umj
Kelompok 10 Resmi Akhiri Pengabdian di Desa Wonosuko Bertempat di Balai Desa Wonosuko, Senin 24 Agustus 2026, mahasiswa KKN UMJ Kelompok 10 menggelar acara perpisahan setelah menyelesaikan rangkaian pengabdian masyarakat. Program peta fisik desa dan edukasi hukum menjadi bagian kontribusi nyata bagi masyarakat.

Apresiasi Pemerintah Desa Wonosuko

Kepala Desa Wonosuko, Sapik Udin, menyampaikan apresiasi terhadap mahasiswa KKN UMJ Kelompok 10 yang telah berkontribusi selama berada di desa.

Menurutnya, kehadiran mahasiswa memberikan dampak positif melalui berbagai kegiatan yang dilakukan bersama masyarakat.

“Mahasiswa KKN telah menjadi bagian dari keluarga besar Desa Wonosuko. Kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan kontribusi yang diberikan selama berada di desa,” ungkap pihak pemerintah desa.

Baca Juga:
Ketika Krisis Global Menahan Ribuan Wisatawan di Bali, Imigrasi Pilih Jalan Humanis dan Adaptif

Pemerintah Desa Wonosuko berharap hubungan baik yang telah terjalin dapat terus terjaga meskipun mahasiswa telah kembali melanjutkan aktivitas akademiknya.

Momen Haru Perpisahan Mahasiswa dan Warga

Acara perpisahan di Balai Desa Wonosuko berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Mahasiswa dan masyarakat saling menyampaikan rasa terima kasih atas kebersamaan yang telah tercipta.

Bagi mahasiswa KKN Kelompok 10, Desa Wonosuko bukan hanya lokasi pengabdian, tetapi juga tempat belajar tentang kehidupan masyarakat, gotong royong, dan nilai kebersamaan.

Umj
Mengabdi dengan Ilmu, Pulang Membawa Cerita Perjalanan KKN UMJ Kelompok 10 di Desa Wonosuko Bondowoso resmi berakhir. Melalui program peta fisik desa dan edukasi hukum, mahasiswa membuktikan bahwa ilmu pengetahuan dapat hadir untuk memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Sebuah pengabdian yang selesai waktunya, tetapi tetap hidup dalam ingatan.

Ketua Kelompok 10 KKN UMJ, Muhammad Imron, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan mereka.

“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah desa dan seluruh masyarakat Wonosuko yang telah menerima kami dengan baik. Banyak pengalaman dan pelajaran berharga yang kami dapatkan selama berada di sini. Semoga silaturahmi tetap terjaga,” ujarnya.

Wujud Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi

Pelaksanaan KKN UMJ Kelompok 10 di Desa Wonosuko menjadi wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

Melalui KKN, mahasiswa tidak hanya belajar menerapkan ilmu akademik, tetapi juga memahami berbagai persoalan nyata yang ada di tengah masyarakat.

Pengalaman berinteraksi langsung dengan warga menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk membangun kepedulian sosial, kemampuan komunikasi, serta semangat memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

KKN Berakhir, Silaturahmi Tetap Terjaga

Berakhirnya kegiatan KKN UMJ Kelompok 10 di Desa Wonosuko bukan berarti berakhirnya hubungan yang telah terbangun. Sebanyak 20 mahasiswa meninggalkan desa dengan membawa pengalaman, cerita, dan kenangan yang akan menjadi bagian dari perjalanan hidup mereka.

Baca Juga:
*Negara Wajib Melindungi Rakyatnya* _Catatan tentang Nasib Para Penambang Belerang Kawah Ijen_
Umj
Sebuah tempat mungkin hanya menjadi persinggahan, tetapi kenangan akan selalu menjadi bagian perjalanan. Desa Wonosuko telah memberikan pelajaran tentang kebersamaan, gotong royong, dan arti pengabdian. Terima kasih untuk semua cerita yang tercipta.

Sebaliknya, masyarakat Desa Wonosuko juga menyimpan kesan mendalam atas kehadiran mahasiswa yang datang membawa semangat pengabdian.

Tanggal 24 Agustus 2026 akan menjadi catatan penting, ketika Balai Desa Wonosuko menjadi saksi berakhirnya sebuah perjalanan pengabdian yang penuh makna.

Program telah selesai, mahasiswa telah kembali melanjutkan perjalanan akademiknya, namun nilai kebersamaan, ilmu yang dibagikan, dan silaturahmi yang terjalin akan tetap hidup.

KKN boleh berakhir, tetapi jejak pengabdian Kelompok 10 Universitas Muhammadiyah Jember di Desa Wonosuko akan selalu menjadi cerita tentang ilmu, kepedulian, dan kemanusiaan.