YDSF Siap Fasilitasi Surais ke Griya Lansia, Camat Kapongan Sebut Tawaran Serupa Pernah Disampaikan

SITUBONDO – Harapan baru mulai terbuka bagi Surais, seorang lanjut usia (lansia) yang selama bertahun-tahun menjalani kehidupan seorang diri di kawasan perbukitan Desa Peleyan, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo.

Setelah melakukan asesmen langsung ke lokasi tempat tinggal Surais, Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF) menyatakan kesiapannya memfasilitasi kepindahan Surais ke Griya Lansia di Malang. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian sosial agar Surais mendapatkan tempat tinggal yang lebih aman, layanan pendampingan, serta kehidupan masa tua yang lebih layak.

Namun, rencana tersebut masih menunggu persetujuan keluarga. YDSF menegaskan bahwa proses pemindahan tidak dapat dilakukan secara sepihak karena keputusan akhir tetap harus melalui musyawarah bersama keluarga dan mempertimbangkan keinginan Surais sendiri.

Asesmen Lapangan Ungkap Kondisi Surais

Kunjungan tim YDSF ke kediaman Surais bukan sekadar kegiatan sosial biasa. Tim melakukan asesmen lapangan untuk melihat secara langsung kondisi kehidupan Surais, mulai dari lingkungan tempat tinggal, akses kebutuhan dasar, kondisi sosial, hingga tantangan yang dihadapi dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Dari hasil kunjungan tersebut, diketahui Surais masih tinggal seorang diri di kawasan perbukitan yang cukup jauh dari pusat permukiman warga. Kondisi geografis tersebut membuat akses terhadap fasilitas kesehatan, pendampingan sosial, dan kebutuhan harian menjadi lebih terbatas.

Bagi seorang lansia, situasi tersebut menjadi perhatian serius karena kebutuhan terhadap lingkungan yang aman, pendampingan rutin, serta dukungan sosial semakin meningkat seiring bertambahnya usia.

YDSF Tawarkan Kehidupan Lebih Layak

Perwakilan YDSF menyampaikan bahwa pihaknya siap memfasilitasi Surais untuk menempati Griya Lansia di Malang.

Menurut YDSF, fasilitas tersebut tidak hanya menyediakan tempat tinggal, tetapi juga menghadirkan pendampingan, pelayanan kebutuhan dasar, perhatian sosial, serta lingkungan yang memungkinkan para lansia menjalani masa tua dengan lebih tenang.

Baca Juga:
“Dilarang Makan Sebelum Selesai: Ujian Brutal Ini Bongkar Rahasia Kepercayaan Tim YDSF”

YDSF menilai keberadaan Surais di lingkungan yang memiliki sistem pendampingan akan memberikan peluang bagi dirinya untuk memperoleh kualitas hidup yang lebih baik dibandingkan harus bertahan seorang diri di kawasan perbukitan.

Selain aspek fisik, keberadaan komunitas sesama lansia juga dinilai penting untuk mengurangi risiko kesepian dan memberikan ruang interaksi sosial yang lebih sehat.

Keputusan Tetap Berada pada Surais dan Keluarga

Meski memiliki niat baik, YDSF tetap menghormati hak Surais dan keluarganya dalam menentukan keputusan.

Sebagai lembaga sosial, YDSF mengedepankan prinsip musyawarah dan tidak ingin mengambil langkah yang bertentangan dengan kehendak keluarga maupun Surais sendiri.

Surais sendiri mengaku masih membutuhkan waktu untuk mempertimbangkan tawaran tersebut. Ia menyampaikan masih memerlukan waktu sekitar dua hari sebelum menentukan keputusan.

Pertimbangan tersebut tidak hanya menyangkut perpindahan tempat tinggal, tetapi juga berkaitan dengan ikatan emosional terhadap lingkungan yang telah lama menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.

Pemerintah Kecamatan dan Desa Ikut Memberikan Dukungan

Camat Kapongan Roy Hidayat mengatakan, pemerintah kecamatan sebelumnya juga pernah memberikan alternatif agar Surais dapat tinggal di tempat yang lebih layak dan mendapatkan pendampingan.

“Kami sebelumnya juga pernah menawarkan agar Pak Surais tinggal di tempat yang lebih layak sehingga mendapatkan pendampingan. Namun saat itu beliau belum berkenan,” ujar Roy Hidayat.

Menurutnya, keputusan tetap berada pada Surais karena setiap warga memiliki hak untuk menentukan pilihan terbaik bagi kehidupannya.

Sementara itu, Kepala Dusun Peleyan Achmad Ghafir menyatakan akan menyampaikan hasil kunjungan YDSF kepada keluarga Surais untuk dibicarakan bersama.

“Saya akan menyampaikan kepada keluarga Pak Surais. Nanti akan kami rembukkan bersama agar keputusan yang diambil benar-benar menjadi yang terbaik bagi beliau,” katanya.

Baca Juga:
“Go To School: Kak Jaka dan Tim UDS Inspirasi Anak Sekolah di Situbondo”

Kepala Desa Peleyan juga menyatakan kesiapan membantu apabila nantinya Surais bersedia tinggal di Griya Lansia YDSF. Bahkan pemerintah desa siap menyediakan kendaraan untuk mengantar Surais menuju tempat tersebut.

Kepedulian untuk Masa Tua yang Bermartabat

Upaya YDSF bersama pemerintah setempat menunjukkan bahwa persoalan lansia tidak cukup hanya diselesaikan melalui bantuan sesaat, tetapi membutuhkan solusi jangka panjang yang menjamin keamanan, kesehatan, dan keberlangsungan hidup.

Kasus Surais menjadi gambaran bahwa keberadaan lansia yang hidup sendiri membutuhkan perhatian bersama dari keluarga, pemerintah, dan lembaga sosial.

Kini, keputusan berada di tangan Surais dan keluarga. Apa pun hasil akhirnya, proses yang sedang berjalan telah menghadirkan satu pesan penting: bahwa seorang lansia tetap memiliki hak untuk mendapatkan perhatian, kasih sayang, serta kesempatan menjalani masa tua dengan aman, nyaman, dan bermartabat.

(SarombenNews)