SITUBONDO – Suasana haru, religius, dan penuh kekhidmatan menyelimuti proses pelepasan jamaah calon haji di lingkungan Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo pada Rabu malam menuju Kamis. Sebanyak delapan bus yang mengangkut jamaah diberangkatkan dalam kondisi aman, tertib, dan kondusif melalui rangkaian prosesi spiritual yang berlangsung penuh kekeluargaan.
Ribuan pengantar memadati kawasan pesantren sejak sore hingga malam hari. Atmosfer emosional begitu terasa ketika para jamaah mulai bersiap meninggalkan tanah air menuju Tanah Suci untuk menunaikan rukun Islam kelima yang telah lama mereka nantikan.
Prosesi pemberangkatan dilakukan dari depan kantor pusat putra pesantren dan dihadiri langsung oleh Pengasuh Pesantren, KHR. Ach. Azaim Ibrahimy. Turut hadir pula Ulfiyah bersama para tokoh agama, pengurus pesantren, relawan, keluarga jamaah, serta masyarakat umum yang memenuhi area pelepasan.
Sebelum menuju lokasi pemberangkatan, para jamaah terlebih dahulu mengikuti rangkaian kegiatan spiritual di makbaroh pesantren. Mereka melaksanakan tahlil dan doa bersama sebagai bentuk ikhtiar memohon keselamatan, kelancaran, kesehatan, dan keberkahan selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.

Lantunan doa dan dzikir yang dipimpin para masyayikh menghadirkan suasana emosional yang mendalam. Sejumlah keluarga jamaah tampak tak kuasa menahan air mata ketika mengiringi keberangkatan orang-orang tercinta menuju perjalanan spiritual yang sarat makna tersebut.
Prosesi pelepasan semakin semarak dengan kehadiran hadrah dari Majelis Sholawat Alwijdan yang melantunkan sholawat secara bergantian. Irama rebana dan pujian kepada Nabi Muhammad SAW menggema di sepanjang kawasan pesantren, menciptakan nuansa religius yang menggetarkan hati para jamaah maupun pengantar.
Dalam sambutannya, KHR. Ach. Azaim Ibrahimy berpesan agar seluruh jamaah menjaga niat, kesehatan, kesabaran, serta kekompakan selama berada di Tanah Suci. Menurutnya, ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan spiritual yang membutuhkan keikhlasan dan keteguhan hati.
“Perjalanan haji bukan hanya perjalanan fisik, tetapi perjalanan hati dan spiritual. Jaga niat, jaga persaudaraan, dan perbanyak doa agar menjadi haji yang mabrur,” pesannya di hadapan jamaah dan ribuan pengantar.

Sementara itu, Wakil bupati Situbondo Ulfiyah mengapresiasi kesiapan panitia dan pesantren dalam memastikan seluruh rangkaian pemberangkatan berjalan tertib, aman, dan manusiawi. Ia menilai koordinasi antara panitia, relawan, dan petugas lapangan berjalan efektif sehingga suasana tetap kondusif meski dipadati ribuan orang.
Tidak hanya fokus pada prosesi seremonial, panitia juga memberikan perhatian serius terhadap aspek teknis pelayanan jamaah. Pendataan koper dilakukan secara detail di masing-masing rombongan bus guna memastikan barang bawaan jamaah tidak tertukar maupun tertinggal.
Petugas tampak bekerja disiplin dan penuh tanggung jawab. Setiap koper diperiksa berdasarkan kelompok keberangkatan sebelum dimasukkan ke bagasi bus masing-masing. Langkah tersebut dilakukan untuk menghadirkan pelayanan yang paripurna sekaligus meminimalisasi kendala selama perjalanan menuju embarkasi.
Di tengah padatnya aktivitas pemberangkatan, pasukan palopor dan relawan pesantren terlihat sigap membantu proses distribusi koper jamaah. Dengan penuh semangat, mereka berjibaku mengangkat dan menyusun barang bawaan ke dalam bagasi bus satu per satu.

Meski harus bekerja di tengah padatnya kerumunan dan aktivitas yang berlangsung hingga malam hari, para relawan tetap menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka menganggap pelayanan terhadap jamaah haji sebagai bentuk pengabdian sekaligus ladang keberkahan.
“Kami ingin memastikan seluruh jamaah merasa nyaman dan tenang sejak awal keberangkatan. Koper harus benar-benar aman masuk ke bus yang sesuai agar jamaah bisa fokus mengikuti prosesi dan ibadah,” ujar Haji Ismail Ketua Palopor di lokasi kegiatan.
Keberadaan relawan pelopor mendapat apresiasi dari keluarga jamaah karena dinilai sangat membantu mempercepat proses penataan barang dan pengondisian area keberangkatan. Situasi yang dipadati ribuan orang pun tetap mampu dikendalikan dengan baik tanpa menimbulkan gangguan keamanan maupun kemacetan berarti di sekitar kawasan pesantren.

Satu per satu bus kemudian mulai bergerak meninggalkan lingkungan pesantren diiringi doa dan lambaian tangan keluarga jamaah. Tangis haru pecah ketika rombongan perlahan meninggalkan lokasi pemberangkatan menuju embarkasi.
Momentum tersebut menjadi gambaran kuat tentang eratnya hubungan spiritual, sosial, dan budaya masyarakat pesantren dalam mengiringi tamu Allah menuju Tanah Suci. Tradisi doa bersama, lantunan sholawat, hingga semangat gotong royong membantu jamaah menjadi bagian penting yang terus dijaga di lingkungan Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo.
Pelepasan jamaah haji tahun ini pun dinilai berlangsung sukses. Selain berjalan tertib dan kondusif, pelayanan terhadap jamaah terlihat maksimal mulai dari pengondisian lokasi, pengaturan keberangkatan, hingga pendataan barang bawaan secara detail dan terorganisasi.
Dengan iringan doa seluruh masyarakat serta keluarga besar pesantren, para jamaah diharapkan dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan lancar, sehat, dan kembali ke tanah air sebagai haji dan hajjah yang mabrur.












