Pewarta: Azis Chemoth|Saromben.com
Situbondo, 1 Oktober 2025 – Ribuan santri dan masyarakat tumpah ruah mengikuti rangkaian acara Haul KHR Ahmad Fawaid ke-13 yang bersamaan dengan Harlah Ikatan Santri Alumni Sukorejo (IKSASS) ke-37. Dari kirab siang hingga malam puncak, seluruh kegiatan berlangsung penuh kemeriahan dan semangat perjuangan.

Kirab IKSASS Warnai Jalanan Situbondo
Siang harinya, jalanan Situbondo dihiasi kirab IKSASS dengan iringan drumband yang menambah semarak perayaan. Para peserta kirab membawa semangat persaudaraan dan penghormatan terhadap perjuangan KHR Ahmad Fawaid.

Malam Puncak: Musik Arab hingga Dangdut Rhoma Irama
Malam harinya, panggung utama dipadati ribuan penonton. Musik Arab dan musik Indonesia mengiringi jalannya acara, menghadirkan hiburan sekaligus syiar budaya.
Sorotan utama datang dari Masykuri Ismail, penyanyi bersuara merdu yang dikenal mirip legenda dangdut Rhoma Irama. Ia membawakan lagu Buta Tuli yang sarat makna tentang kepekaan hati dan nurani.
Di sela penampilannya, Masykuri berpesan bahwa lirik lagu tersebut mengingatkan pentingnya membuka mata hati dan pendengaran nurani terhadap kebenaran.

Tamu Kehormatan Hadir
Sejumlah tokoh hadir dalam acara tersebut, di antaranya Danramil, Kapolsek, Camat Mangaran, Kepala Desa Tanjung Kamal, Arifin MH, serta jajaran pengurus IKSASS.
Ketua Panitia Nawawi menambah semangat jamaah dengan yel-yel lantang:
“Salam Kiai Fawaid, Salam Perjuangan!”

Pesan KHR Ahmad Azaim Ibrahimy
Acara mencapai puncaknya ketika KHR Ahmad Azaim Ibrahimy menyampaikan tausiyah penuh makna. Beliau menegaskan bahwa semangat juang IKSASS harus terus hidup demi negeri yang beradab dan berperadaban.
“Semangat juang IKSASS harus terus bergelora untuk negeri yang beradab dan berperadaban,” pesan beliau.
Lagu “Bismillah” Tutup Acara Penuh Haru
Sebagai penutup, suasana berubah syahdu ketika lagu “Bismillah” dilantunkan. Syairnya “Bismillahirrahmanirrahim, bismillah di setiap keadaan” menutup malam puncak dengan doa, harapan, dan keberkahan.













