Berita  

PMII Rayon Moh Hatta Gelar MAPABA IX di Situbondo: Cetak Kader Visioner, Kritis, dan Progresif

Redaksi

Situbondo ~ Sebagai bentuk komitmen dalam mencetak generasi pergerakan yang berkarakter dan berideologi kuat, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Moh Hatta Komisariat Abdurachman Saleh Situbondo sukses menyelenggarakan Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) IX di Balai Desa Pokaan, Situbondo.

Kegiatan bertema “Gerbang Kaderisasi Menuju Generasi Pergerakan yang Visioner” ini menjadi momentum penting dalam sejarah kaderisasi PMII Rayon Moh Hatta. MAPABA IX bukan sekadar formalitas tahunan, melainkan proses ideologisasi awal yang menanamkan nilai perjuangan, kebangsaan, dan kemanusiaan kepada mahasiswa baru.

Awal yang Penuh Semangat: Antusiasme Peserta Sejak Pembukaan
Sejak hari pertama, semangat peserta terasa menggelora. Para mahasiswa baru dari berbagai jurusan di Universitas Abdurachman Saleh Situbondo datang dengan antusias tinggi.
Mereka mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang disusun panitia, mulai dari pembekalan materi, diskusi ideologi, simulasi organisasi, hingga kegiatan spiritual.

Menurut panitia pelaksana, antusiasme peserta MAPABA IX tahun ini meningkat dibandingkan periode sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa semangat berorganisasi di kalangan mahasiswa masih hidup dan berkembang, meski di tengah tantangan era digital yang cenderung individualistis.

“Kami ingin kegiatan ini menjadi pintu gerbang bagi mahasiswa baru untuk mengenal nilai perjuangan dan semangat kebersamaan di PMII,” ujar Ketua Panitia MAPABA IX, dalam sambutannya.

Ketua Rayon: MAPABA Adalah Gerbang Ideologi, Bukan Formalitas
Dalam sambutannya, Ketua Rayon Moh Hatta menegaskan bahwa MAPABA bukan hanya acara penerimaan anggota baru, melainkan tahapan awal dalam proses pembentukan ideologi kader PMII.

Ia menjelaskan bahwa setiap kader PMII harus mampu menanamkan nilai keislaman, keindonesiaan, dan kemanusiaan sebagai fondasi berpikir.
“MAPABA merupakan langkah awal untuk memahami semangat perjuangan PMII. Di sinilah terbentuk pola pikir kritis dan progresif yang berakar pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah,” ujarnya penuh semangat.

Baca Juga:
Pemkab dan DPRD Banyuwangi Gelar Rapat Paripurna, Tegaskan PBB Tidak Naik

Ia juga menambahkan, mahasiswa hari ini harus menjadi pelopor perubahan sosial, bukan hanya pengikut arus globalisasi. PMII, menurutnya, adalah wadah yang tepat untuk membangun kesadaran kritis, moralitas, dan intelektualitas yang berpihak kepada rakyat.

Rayon

Materi Ideologi: Dari Sejarah hingga Nilai Gerakan
Kegiatan MAPABA IX ini diisi dengan beragam materi penting, seperti:
Sejarah PMII dan Latar Ideologinya
Nilai Dasar Pergerakan (NDP)
Keislaman dan Keindonesiaan
Peran Mahasiswa dalam Masyarakat
Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi

Analisis Sosial dan Politik Mahasiswa
Para pemateri berasal dari alumni PMII Situbondo dan pengurus cabang PMII Kabupaten Situbondo. Mereka berbagi pengalaman dan pandangan strategis tentang pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan (agent of change).

Selain itu, peserta juga diajak untuk mengenal berbagai tantangan global mahasiswa di era digital, seperti krisis moral, polarisasi sosial, dan lemahnya literasi politik.
PMII hadir untuk menjawab tantangan itu melalui gerakan intelektual dan kultural yang berpijak pada nilai-nilai Islam Rahmatan lil ‘Alamin.

Suasana Kekeluargaan dan Solidaritas Kader
Salah satu hal yang paling terasa dalam kegiatan MAPABA IX adalah suasana kekeluargaan antar peserta dan panitia.
Di sela-sela sesi diskusi, para peserta juga terlibat dalam kegiatan kebersamaan seperti shalat berjamaah, senam pagi, dan refleksi malam.
Tradisi kebersamaan ini menjadi ciri khas PMII, sebagaimana ditekankan dalam motto mereka:
“Dzikir, Fikir, dan Amal Shaleh.”
Melalui suasana kekeluargaan ini, peserta diajak memahami bahwa menjadi bagian dari PMII bukan hanya soal organisasi, tetapi juga soal spiritualitas dan tanggung jawab moral terhadap sesama.

Peran Alumni: Menjaga Semangat Regenerasi
Kehadiran para alumni PMII Rayon Moh Hatta menjadi salah satu poin penting dalam kegiatan ini.
Mereka memberikan motivasi dan testimoni tentang perjalanan panjang mereka di PMII, serta bagaimana nilai-nilai kaderisasi membentuk karakter kepemimpinan dalam dunia kerja dan sosial.

Baca Juga:
Kontingen Indonesia Memukau di Parade Hari Republik India

“PMII mengajarkan kami arti keberanian, kesetiaan, dan tanggung jawab sosial. Nilai itu yang harus terus dijaga oleh adik-adik kader baru,” ujar salah satu alumni senior.

Selain berbagi kisah inspiratif, para alumni juga mendorong pentingnya solidaritas lintas generasi.
Hal ini diharapkan memperkuat jaringan kader PMII di berbagai sektor ~ baik di dunia pendidikan, pemerintahan, maupun masyarakat sipil.

Doa Bersama dan Ikrar Kader Baru: Puncak Acara yang Mengharukan
Pada malam terakhir kegiatan, seluruh peserta MAPABA IX menggelar doa bersama dan pembacaan ikrar kader PMII.
Suasana khidmat menyelimuti ruangan ketika para peserta mengucapkan janji untuk mengabdikan diri kepada agama, bangsa, dan organisasi.
Momen ini menjadi simbol kelahiran generasi baru kader PMII Rayon Moh Hatta yang siap mengabdi dan bergerak membawa semangat perubahan.

Rayon

PMII Sebagai Wadah Pembentukan Karakter Mahasiswa
MAPABA IX bukan hanya acara simbolik, melainkan pilar utama kaderisasi intelektual dan moral mahasiswa.
Melalui kegiatan ini, peserta dididik untuk memiliki kesadaran sosial, tanggung jawab moral, dan kemampuan berpikir kritis.
PMII berperan penting dalam menumbuhkan semangat nasionalisme serta nilai Islam yang moderat dan toleran.
Bahkan menurut banyak akademisi, PMII merupakan salah satu organisasi mahasiswa paling konsisten dalam mengawal nilai-nilai kebangsaan.
Hal ini selaras dengan misi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI yang menekankan pentingnya penguatan karakter mahasiswa melalui organisasi kampus.

Kolaborasi dan Peran Mahasiswa untuk Masyarakat
PMII Rayon Moh Hatta menegaskan bahwa kaderisasi bukan tujuan akhir, melainkan langkah awal menuju pengabdian nyata di masyarakat.
Para kader baru didorong untuk aktif dalam kegiatan sosial, literasi, dan pemberdayaan desa.
Kegiatan seperti pelatihan wirausaha mahasiswa, bimbingan belajar gratis untuk anak desa, hingga kampanye literasi digital menjadi bagian dari rencana kerja pasca-MAPABA IX.
“Kami ingin kader PMII tidak hanya kuat dalam wacana, tapi juga tangguh dalam tindakan sosial,” kata salah satu pengurus rayon.

Baca Juga:
Presiden Prabowo Subianto Bertemu PM Narendra Modi, Pererat Hubungan Strategis Indonesia-India

Komitmen Berkelanjutan: Mencetak Kader Visioner dan Progresif
Dengan berakhirnya MAPABA IX, PMII Rayon Moh Hatta menegaskan kembali komitmennya untuk terus mencetak kader kritis, progresif, dan visioner.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa proses kaderisasi PMII tetap hidup dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Melalui kegiatan ini pula, PMII memperkuat perannya sebagai wadah pembelajaran sosial, politik, dan intelektual bagi mahasiswa Situbondo, sebagaimana visi yang dicanangkan oleh PMII Pusat.

Baca Juga:
Sejarah PMII dan Peran Mahasiswa Dalam Perubahan Sosial

Mahasiswa Abdurachman Saleh Situbondo Aktif di Dunia Organisasi

Kegiatan Kaderisasi PMII Jawa Timur 2025

Baca Juga:
Website Resmi PMII Pusat

NU Online – Gerakan Mahasiswa Islam Indonesia

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI

https://Saromben.com