SANTRI Grup Menjadi Eksekutor Utama Ratusan Konsesi dan Menggandeng Talenta Putera Utama untuk Membidik Proyek Urukan Ratusan Triliun

Santri

SANTRI Grup Menjadi Eksekutor Utama Ratusan Konsesi dan Menggandeng Talenta Putera Utama untuk Membidik Proyek Urukan Ratusan Triliun

Saromben.com ~ Industri pertambangan Jawa Timur memasuki fase baru. Lima korporasi induk yang selama ini menguasai ratusan konsesi tambang di provinsi tersebut mengambil langkah strategis yang belum pernah terjadi sebelumnya: mengonsolidasikan seluruh portofolio pertambangan mereka di bawah satu eksekutor operasional.

Melalui keputusan bisnis tingkat tinggi, Astra Nawa Grup (ANG), Astra Nawa Nusantara Grup (Antara Grup), Bandar Tambang Nusantara Grup (BATARA Grup), Trisula Matahari Bumi Grup (TAMAMI Grup), dan Bandar Indonesia Grup (BIG) resmi menunjuk SANTRI Grup sebagai kontraktor tambang utama. Penunjukan ini menandai konsolidasi terbesar yang pernah tercatat di sektor tambang regional dalam satu dekade terakhir.

Di balik kesepakatan jumbo tersebut, terdapat satu figur sentral:

HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy ~ pendiri, pemilik, sekaligus pengarah utama dari seluruh grup korporasi tersebut. Struktur kepemilikan terpadu ini menghasilkan keselarasan visi, kecepatan pengambilan keputusan, dan efisiensi rantai pasok yang sulit ditandingi.

KSO Strategis: SANTRI Grup x Talenta Putera Utama

Tidak menunggu waktu lama, hanya berselang dua minggu usai penunjukan, SANTRI Grup langsung menggandeng PT Talenta Putera Utama, salah satu pemain terbesar di industri urukan nasional, melalui skema Kerja Sama Operasional (KSO).

Talenta Putera Utama merupakan perusahaan dengan rekam jejak rekayasa lahan berskala raksasa, termasuk keterlibatan dalam proyek pengurukan 5.000 hektare Pantai Indah Kapuk (PIK) ~ salah satu proyek penataan lahan paling ambisius di Indonesia.

Sinergi SANTRI Grup dan Talenta Putera Utama memberi kombinasi yang jarang dimiliki pemain lain:

ratusan tambang legal sebagai sumber bahan baku,

kapasitas operasional kelas berat,

dan kendali manajemen yang terintegrasi.

Baca Juga:
Jelang Ramadan, Polres Situbondo Sita Ribuan Miras

Kolaborasi ini menempatkan SANTRI Grup pada posisi strategis untuk membidik paket-paket proyek urukan bernilai ratusan triliun rupiah yang diproyeksikan muncul dari pembangunan infrastruktur Jawa Timur dalam satu dekade ke depan.

Selaras Instruksi Presiden: Era Baru Penertiban Tambang

Momentum konsolidasi ini hadir di tengah kebijakan tegas pemerintahan Presiden Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Prabowo Subianto, yang menyatakan komitmen untuk menumpas seluruh aktivitas tambang ilegal.

Tambang ilegal selama bertahun-tahun menjadi sumber kerusakan lingkungan, konflik tata ruang, dan kebocoran pendapatan negara. Dengan penegasan Presiden, industri kini berada pada fase penataan ulang yang memihak pada perusahaan legal dan berizin lengkap.

SANTRI Grup menempatkan dirinya sebagai mitra negara dalam agenda ini. Dengan struktur korporasi yang solid dan kepatuhan hukum yang terukur, perusahaan menegaskan kesiapannya mendukung penuh agenda restrukturisasi pertambangan nasional.

Santri

Membidik Proyek Ratusan Triliun: Keunggulan Pasokan yang Tak Tertandingi

Jawa Timur tengah menjadi episentrum pembangunan:

kawasan industri baru,

pelabuhan strategis,

jaringan jalan nasional,

reklamasi pesisir,

hingga ekspansi kawasan perkotaan.

Seluruh megaproyek tersebut membutuhkan suplai material urukan dalam volume besar dan berkelanjutan. Dengan konsolidasi lima induk perusahaan dan kemitraan strategis bersama Talenta Putera Utama, SANTRI Grup berada di garis terdepan untuk memasok kebutuhan tersebut.

Sumber internal mengungkapkan bahwa struktur rantai pasok SANTRI Grup saat ini “termasuk yang paling siap di Indonesia Timur” untuk menopang proyek-proyek raksasa dari sektor pemerintah pusat, BUMN, hingga korporasi swasta nasional.

Komitmen Lingkungan dan Tata Kelola

Dalam pernyataan resminya,

HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy, Founder–Owner SANTRI Grup sekaligus pengendali utama seluruh induk perusahaan, menegaskan:

“Indonesia hanya akan maju jika penambangan dilakukan secara tertib, legal, terukur, dan bertanggung jawab. Tidak ada kompromi untuk tambang ilegal. Negara harus hadir, dan kami siap mendukung seluruh agenda penertiban.”

Baca Juga:
Santri Berdaya, Santri Berbudidaya: Jihad Ketahanan Pangan di Laut Indonesia

Komitmen tersebut menjadi fondasi strategis bagi SANTRI Grup dalam menjalankan operasional jangka panjang: pemulihan lingkungan, efisiensi produksi, dan kepatuhan menyeluruh pada kerangka hukum.

Ajakan Nasional: Menghentikan Tambang Ilegal

SANTRI Grup menutup pernyataan resminya dengan seruan publik:

“Mari bersama menjaga lingkungan dan memastikan hanya tambang berizin yang beroperasi di Indonesia. Kita dukung penuh langkah Presiden dalam menumpas tambang ilegal demi masa depan bangsa.”

HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy

Founder–Owner dan Pengendali Utama

Astra Nawa Grup · Astra Nawa Nusantara Grup

Bandar Tambang Nusantara Grup · Trisula Matahari Bumi Grup

Bandar Indonesia Grup · SANTRI Grup

https://Saromben.com