Saromben.com – Indonesia dikenal sebagai salah satu negara penghasil tembakau terbesar di dunia. Dari berbagai daerah seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Nusa Tenggara, jutaan petani menggantungkan hidupnya pada komoditas tembakau. Namun, selama puluhan tahun para petani sering menghadapi persoalan klasik, yakni harga jual yang tidak stabil dan cenderung rendah.
Melihat kondisi tersebut, Bandar Rokok Nusantara Grup (BARON Grup) menggagas sebuah langkah strategis untuk memperluas pasar rokok Indonesia ke tingkat internasional. Program ini diberi nama E-PARSIA (Ekspedisi Pasar Rokok Asia Australia).
Melalui program ini, BARON Grup menargetkan sejumlah negara potensial di kawasan Asia hingga Australia sebagai tujuan ekspansi pasar. Negara-negara tersebut antara lain Malaysia, Filipina, Hongkong, China, Thailand, Vietnam, Kamboja, hingga Australia.
Membuka Pasar Baru untuk Tembakau Indonesia
Pertama-tama, ekspedisi ini bertujuan membuka jaringan perdagangan rokok berbasis tembakau Indonesia di pasar luar negeri. Selama ini, sebagian besar tembakau Indonesia hanya diserap oleh industri dalam negeri. Akibatnya, ketika produksi melimpah, harga sering kali jatuh.
Oleh karena itu, BARON Grup memandang bahwa solusi paling realistis adalah memperluas pasar. Dengan adanya pasar internasional yang lebih luas, permintaan terhadap tembakau Indonesia diharapkan meningkat. Jika permintaan meningkat, maka harga tembakau di tingkat petani juga berpotensi naik.
Selain itu, langkah ini juga dinilai mampu memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan tembakau dunia. Pasalnya, kualitas tembakau Indonesia sebenarnya sangat diminati di berbagai negara.

Ekspedisi Strategis ke Delapan Negara
Dalam tahap awal, E-PARSIA akan menjajaki peluang pasar di delapan negara. Negara tersebut dipilih karena memiliki konsumsi rokok yang tinggi serta potensi kerja sama perdagangan yang cukup besar.
Adapun negara yang masuk dalam agenda ekspedisi antara lain:
Malaysia
Filipina
Hongkong
China
Thailand
Vietnam
Kamboja
Australia
Melalui ekspedisi ini, BARON Grup akan melakukan berbagai pendekatan bisnis, mulai dari penjajakan distributor, kerja sama perdagangan, hingga pembukaan jaringan pemasaran baru.
Selanjutnya, setelah pasar Asia dan Australia mulai terbentuk, ekspedisi ini juga direncanakan akan diperluas menuju kawasan Eropa dan Amerika.
Harapan Besar bagi Petani Tembakau
Founder dan Owner BARON Grup, HRM. Khalilur R. Abdullah Sahlawiy, menegaskan bahwa program ini lahir dari keprihatinan terhadap kondisi petani tembakau di Indonesia.
Menurutnya, jutaan petani telah bekerja keras menanam tembakau setiap musim. Namun, hasil yang mereka terima sering kali belum mampu memberikan kesejahteraan yang layak.

Karena itu, melalui ekspansi pasar internasional ini, BARON Grup berharap harga tembakau dapat meningkat secara signifikan. Dengan demikian, petani tidak lagi sekadar bertahan hidup, melainkan mampu mencapai kesejahteraan yang lebih baik.
“Petani tembakau Indonesia jumlahnya jutaan. Mereka menanam komoditas penting bagi industri rokok nasional. Oleh sebab itu, sudah seharusnya tembakau mereka dibeli dengan harga yang pantas,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia juga menegaskan bahwa cita-cita besar dari ekspedisi ini adalah menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah di negeri sendiri dalam perdagangan tembakau dan rokok.
Strategi Mendorong Keadilan Ekonomi
Selain membuka pasar baru, E-PARSIA juga membawa semangat keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Pasalnya, sektor tembakau tidak hanya melibatkan petani, tetapi juga buruh tani, pekerja pabrik rokok, distributor, hingga pedagang kecil.
Dengan meningkatnya permintaan pasar, rantai ekonomi tersebut diyakini akan ikut bergerak. Akibatnya, dampak ekonomi yang dihasilkan juga akan dirasakan oleh lebih banyak masyarakat.
Di sisi lain, ekspedisi ini juga diharapkan mampu memperkuat posisi industri rokok nasional di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Menuju Ekspedisi Pasar Dunia
E-PARSIA bukan sekadar program ekspansi bisnis biasa. Program ini dirancang sebagai langkah awal menuju ekspedisi pasar rokok Indonesia ke tingkat global.
Setelah kawasan Asia dan Australia berhasil dijajaki, BARON Grup berencana melanjutkan ekspedisi ke Eropa dan Amerika. Dengan strategi tersebut, pasar rokok berbasis tembakau Indonesia diharapkan semakin luas.
Apabila langkah ini berhasil, maka Indonesia tidak hanya dikenal sebagai penghasil tembakau, tetapi juga sebagai pemain penting dalam industri rokok dunia.
Pada akhirnya, tujuan utama dari seluruh upaya ini tetap sama, yakni meningkatkan kesejahteraan jutaan petani tembakau Indonesia.
Dengan pasar yang semakin luas, harga yang lebih stabil, serta permintaan yang meningkat, para petani diharapkan tidak lagi hidup dalam ketidakpastian.
Sebaliknya, mereka dapat menikmati hasil kerja kerasnya secara layak dan bahkan mencapai kehidupan yang lebih sejahtera.
Salam keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.












