Berita  

Revitalisasi Pendidikan Situbondo: Suntikan Rp31,2 Miliar Pacu Kelayakan Ruang Belajar

Revitalisasi
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Situbondo, Sopan Efendi, S.STP., M.Si., menyampaikan bahwa program tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang belajar yang lebih aman, nyaman, dan memenuhi standar kelayakan bagi peserta didik.

Situbondo – Pemerintah Kabupaten Situbondo terus memperkuat langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui pembenahan infrastruktur sekolah. Pada Tahun Anggaran 2026, Kabupaten Situbondo mendapatkan dukungan anggaran sebesar Rp31,2 miliar dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk program revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan di berbagai wilayah.

Kucuran anggaran tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menghadirkan fasilitas pendidikan yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi peserta didik maupun tenaga pendidik. Melalui program revitalisasi ini, sebanyak 56 lembaga pendidikan mulai jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP), baik negeri maupun swasta, mendapatkan perhatian untuk dilakukan perbaikan.

Program tersebut tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Situbondo.

Menjawab Tantangan Kerusakan Infrastruktur Pendidikan

Pelaksanaan revitalisasi tahun ini menyasar sejumlah sekolah yang memiliki tingkat kerusakan bangunan cukup tinggi. Berdasarkan hasil pemetaan kebutuhan dan pengajuan yang dilakukan pemerintah daerah, terdapat sejumlah lembaga pendidikan yang mengalami kerusakan infrastruktur dengan tingkat mencapai sekitar 50 hingga 60 persen.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena fasilitas sekolah yang tidak memadai dapat berdampak terhadap kenyamanan dan keamanan proses belajar mengajar. Ruang kelas, fasilitas pendukung pembelajaran, serta sarana sekolah lainnya menjadi bagian penting yang harus mendapatkan penanganan secara bertahap.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Situbondo, Sopan Efendi, S.STP., M.Si., menjelaskan bahwa bantuan revitalisasi tahun 2026 merupakan hasil perjuangan pemerintah daerah dalam mengusulkan kebutuhan pendidikan kepada pemerintah pusat.

“Sebenarnya pada tahun ini ada 393 sekolah yang kami usulkan untuk mendapatkan bantuan dana revitalisasi dari pemerintah pusat. Namun, sampai saat ini sementara ada 56 lembaga yang terealisasi dan sedang dilaksanakan,” ungkap Sopan.

Baca Juga:
Polresta Banyuwangi Diminta Tindak Tegas Oknum Perawat RS Blambangan yang Diduga Buka Praktik Ilegal

Menurutnya, jumlah sekolah yang mendapatkan bantuan saat ini masih belum mencakup seluruh lembaga pendidikan yang membutuhkan perbaikan. Oleh sebab itu, pemerintah daerah tetap berupaya agar usulan yang belum terealisasi dapat memperoleh perhatian pada tahap berikutnya.

Dari 393 Usulan, Pemerintah Berharap Ada Penambahan Kuota

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Situbondo sebelumnya telah menyampaikan usulan revitalisasi untuk 393 lembaga pendidikan kepada pemerintah pusat. Namun, realisasi bantuan harus menyesuaikan dengan kemampuan anggaran, skala prioritas, serta kebijakan nasional di sektor pendidikan.

Meski baru sebagian yang terealisasi, pemerintah daerah menilai program tersebut sebagai langkah positif dalam mempercepat pemerataan kualitas fasilitas pendidikan.

Sopan menjelaskan, pembangunan infrastruktur sekolah memiliki hubungan erat dengan peningkatan kualitas pendidikan secara keseluruhan. Sekolah yang memiliki ruang belajar memadai akan memberikan suasana yang lebih kondusif bagi siswa dan guru dalam menjalankan kegiatan pembelajaran.

“Ketika fasilitas pendidikan semakin baik, maka proses belajar mengajar juga akan semakin nyaman. Ini menjadi salah satu faktor pendukung dalam mencetak generasi Situbondo yang unggul,” ujarnya.

Pembangunan Fisik Diminta Dikawal Bersama

Saat ini sejumlah pekerjaan revitalisasi di sekolah penerima bantuan telah mulai berjalan. Pemerintah Kabupaten Situbondo mengajak masyarakat, pihak sekolah, serta seluruh pemangku kepentingan untuk ikut melakukan pengawasan terhadap proses pembangunan tersebut.

Pengawasan bersama dinilai penting agar program yang menggunakan anggaran negara tersebut benar-benar menghasilkan bangunan berkualitas dan memberikan manfaat jangka panjang.

“Mari program ini kita kawal bersama,” tegas Sopan.

Pesan tersebut menjadi bentuk keterbukaan pemerintah daerah bahwa pembangunan pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan partisipasi publik agar berjalan secara transparan, akuntabel, dan sesuai harapan masyarakat.

Kelanjutan Program Revitalisasi Pendidikan

Baca Juga:
Santri Berdaya, Santri Berbudidaya: Jihad Ketahanan Pangan di Laut Indonesia

Dukungan terhadap peningkatan infrastruktur pendidikan di Situbondo sebenarnya telah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir. Pada Tahun Anggaran 2025, Kabupaten Situbondo juga mendapatkan dukungan program revitalisasi pendidikan dengan nilai sekitar Rp54 miliar yang diperuntukkan bagi sekolah jenjang SD dan SMP negeri maupun swasta.

Keberlanjutan program tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kualitas fasilitas pendidikan menjadi salah satu prioritas dalam pembangunan daerah.

Pemerintah Kabupaten Situbondo berharap program revitalisasi dapat terus berlanjut sehingga seluruh sekolah yang mengalami kerusakan dapat memperoleh penanganan secara bertahap.

Sarana pendidikan yang layak bukan sekadar bangunan fisik, melainkan fondasi penting dalam menciptakan generasi masa depan. Dengan ruang belajar yang aman, nyaman, dan memenuhi standar kelayakan, peserta didik akan memiliki kesempatan lebih besar untuk berkembang dan meraih prestasi.

Melalui suntikan anggaran Rp31,2 miliar pada tahun 2026, Situbondo menegaskan komitmennya bahwa pembangunan pendidikan bukan hanya tentang memperbaiki gedung sekolah, tetapi juga tentang membangun masa depan generasi penerus daerah.