SAROMBEN.com, Surabaya ~ Semangat pemberdayaan masyarakat di era digital terus digelorakan oleh mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT) melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) berbasis Sustainable Development Goals (SDGs). Kelompok 2 mahasiswa KKN SDGs kali ini hadir di Kelurahan Ploso, Kecamatan Tambaksari, Surabaya, membawa tema besar yang sarat makna: “Generasi Muda Harus Cerdas Digital dan Berjiwa Pancasila.”
Kegiatan yang berlangsung di Balai Kelurahan Ploso itu menjadi ajang pembelajaran dua arah antara mahasiswa dan masyarakat. Tak hanya sekadar berbagi ilmu, tetapi juga membangun kesadaran kolektif bahwa kemajuan bangsa di masa depan bergantung pada sinergi antara kecerdasan digital dan nilai-nilai kebangsaan.
“Mahasiswa tidak datang hanya untuk mengajar, tapi juga belajar dari masyarakat. Kolaborasi inilah yang menjadi semangat utama KKN SDGs UPN Veteran Jatim,” ujar Dito, Koordinator Kelompok 2 KKN SDGs, saat membuka kegiatan tersebut di hadapan peserta yang terdiri dari pelaku UMKM, Kader Surabaya Hebat (KSH), dan perwakilan Karang Taruna dari RW 1 hingga RW 11.

Dua Fokus Besar: Literasi Digital dan UMKM READI
Program ini menghadirkan dua materi utama yang disusun secara tematik dan aplikatif, yakni Literasi Digital dan UMKM READI ~ singkatan dari Regulasi, Administrasi, dan Digitalisasi. Kedua tema tersebut menjadi fondasi penguatan masyarakat lokal agar tidak tertinggal dalam arus transformasi digital yang kian cepat.
Pada sesi pertama, Bita, mahasiswi Program Studi Sistem Informasi, tampil sebagai pemateri dengan pembahasan mengenai pentingnya literasi digital di era informasi terbuka. Dengan gaya penyampaian yang komunikatif, Bita mengajak peserta memahami apa itu data pribadi, risiko kebocoran informasi, serta cara mengenali berbagai modus penipuan online yang marak terjadi.
“Data pribadi itu ibarat kunci rumah digital kita. Kalau jatuh ke tangan yang salah, dampaknya bisa besar,” terang Bita di hadapan peserta yang menyimak dengan penuh perhatian.
Ia menekankan, literasi digital bukan sekadar kemampuan menggunakan gawai, tetapi juga memahami etika dan keamanan dalam berinteraksi di dunia maya. “Masyarakat perlu tahu bagaimana menjaga jejak digital, mengenali berita palsu, dan menggunakan internet untuk hal-hal produktif,” tambahnya.

UMKM READI: Solusi Konkret untuk Penguatan Ekonomi Warga
Sesi kedua diisi oleh Berliana, mahasiswi dari Program Studi Ekonomi Pembangunan, dengan topik “UMKM READI”. Ia menjelaskan pentingnya legalitas dan administrasi usaha agar pelaku UMKM bisa naik kelas dan mampu bersaing di platform digital.
“Masih banyak pelaku UMKM yang belum tahu bahwa mengurus legalitas itu mudah dan gratis bila dilakukan secara mandiri. Melalui pelatihan ini, kami ingin membantu mereka agar lebih siap bersaing di era digital,” jelas Berliana.
Materi tersebut disambut antusias. Banyak peserta yang bertanya seputar cara membuat NIB (Nomor Induk Berusaha), pendaftaran PIRT, penggunaan QRIS, hingga cara registrasi toko daring seperti ShopeeFood atau GoFood. Pelatihan ini memberikan panduan langkah demi langkah, bahkan simulasi langsung untuk memastikan peserta benar-benar paham.
Menurut Berliana, penguatan UMKM menjadi kunci utama ketahanan ekonomi lokal. “Digitalisasi bukan hanya tentang teknologi, tapi juga tentang keberanian untuk berubah. Kami ingin masyarakat percaya diri menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.

Apresiasi dari Pihak Kelurahan
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak pemerintah setempat. Jarot Prabowo Sarosa, S.M., selaku Seksi Ketentraman, Ketertiban, dan Pembangunan Kelurahan Ploso, menilai langkah mahasiswa UPN Veteran Jatim sangat tepat dan relevan.
“Terima kasih kepada mahasiswa UPN Veteran Jatim yang telah membantu menghubungkan berbagai pihak. UMKM di wilayah kami beragam, dari yang baru mulai hingga yang sudah stabil. Harapannya kegiatan seperti ini bisa memberi dampak ekonomi nyata bagi warga Ploso,” tuturnya.
Jarot juga menyoroti pentingnya literasi digital sebagai benteng pertama dalam menghadapi ancaman kejahatan siber. “Potensi internet sangat luar biasa. Siapa pun bisa mendapatkan penghasilan jika tahu cara memanfaatkannya dengan benar,” tambahnya.
Sinergi dan Gotong Royong: Wujud Kampung Pancasila
Kegiatan yang diikuti oleh 21 peserta dari berbagai kalangan ini berlangsung aktif dan produktif. Diskusi berjalan hangat, dan setiap peserta mendapat kesempatan untuk menyampaikan pengalaman pribadi maupun tantangan yang mereka hadapi dalam menjalankan usaha.
Kolaborasi antara mahasiswa UPN Veteran Jatim, Karang Taruna, dan Kader Surabaya Hebat (KSH) menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong masih kuat di tengah masyarakat urban. Semangat ini sejalan dengan nilai-nilai Kampung Pancasila, di mana warga diharapkan mampu saling membantu, menghargai, dan belajar satu sama lain.
Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga yang menanamkan nilai empati, kepemimpinan, dan tanggung jawab sosial. Sementara bagi masyarakat, kehadiran mahasiswa membawa energi baru serta pengetahuan yang aplikatif.

Mahasiswa Hadir Bukan Hanya untuk Belajar, Tapi Mengabdi
Dalam sesi penutupan, Dito menegaskan kembali tujuan utama KKN SDGs: mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh secara moral dan sosial.
“Kami ingin menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar pengamat. Dengan bekal ilmu dari kampus dan semangat gotong royong dari masyarakat, kami yakin bisa membantu membawa perubahan nyata,” ujarnya.
Kegiatan KKN SDGs di Kelurahan Ploso ini membuktikan bahwa peran mahasiswa sebagai agen perubahan masih sangat relevan. Di tengah tantangan globalisasi dan derasnya arus informasi, mereka hadir untuk menjaga jati diri bangsa dengan mengamalkan nilai-nilai Pancasila.
Menanamkan Nilai Pancasila di Era Digital
Program ini menjadi cerminan bahwa semangat Pancasila dapat diterjemahkan secara kontekstual dalam kehidupan modern. Nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial dihadirkan bukan hanya dalam simbol, tetapi dalam tindakan nyata seperti pelatihan digital, kolaborasi ekonomi, dan peningkatan kapasitas warga.
Melalui pendekatan SDGs yang menekankan pembangunan berkelanjutan, kegiatan ini mendukung beberapa poin penting, seperti:
SDG 4: Pendidikan Berkualitas,
SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi,
SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur,
serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Kesimpulan
Kegiatan KKN SDGs UPN Veteran Jatim di Kelurahan Ploso bukan sekadar pengabdian masyarakat biasa. Ia adalah simbol kolaborasi antara dunia akademik dan masyarakat dalam membangun peradaban digital yang berkarakter. Mahasiswa hadir bukan hanya untuk belajar, tetapi juga mengabdi, menanamkan nilai Pancasila, dan memperkuat ekonomi rakyat.
Dengan literasi digital dan penguatan UMKM, mereka menunjukkan bahwa masa depan Indonesia akan kuat jika generasi mudanya berjiwa Pancasila, berpikir global, namun tetap berpijak pada akar budaya bangsa.
https://Saromben.com













