Pewarta: Azis Chemoth|Saromben.com
Tanjung Kamal,-Persiapan pengajian umum di Masjid Baitur Rahim, Dusun Tanjung Sari Timur, Desa Tanjung Kamal, Kecamatan Mangaran, Situbondo, menyimpan kisah yang penuh keteladanan. Panitia semula berencana menyewa lahan tambahan untuk menampung jamaah, mengingat acara yang akan digelar berskala besar.
Pilihan jatuh pada sawah milik Haji Ilyas, seorang warga setempat. Dua kotak sawahnya berada di lokasi strategis, bersebelahan dengan masjid, sehingga sangat cocok dijadikan tempat tambahan untuk jamaah. Namun, yang membuat kisah ini mengharukan adalah jawaban yang disampaikan Haji Ilyas.
Tanpa pikir panjang, Haji Ilyas menyatakan keikhlasannya. Padahal sawah yang diminta panitia masih ditanami jagung. Jika digunakan untuk acara, tanaman itu pasti rusak dan hilang nilainya. Namun, dengan hati lapang, ia rela melepasnya demi kepentingan bersama.

“Tidak perlu sewa, saya ikhlas dua kotak sawah saya yang masih ditumbuhi jagung ini ditempati untuk acara pengajian umum. Selama untuk kepentingan agama, saya tidak akan pernah keberatan,” ujar Haji Ilyas,(17/9/2025).
Ucapannya yang sederhana itu langsung disambut haru dan rasa syukur dari panitia.
Menurut Rahwini Efendi, Kepala Dusun Tanjung Sari Timur Bagian Selatan, rencananya pengajian umum tersebut akan digelar pada Sabtu malam Minggu, 11 Oktober 2025. “Alhamdulillah, berkat keikhlasan Haji Ilyas, panitia bisa lebih tenang mempersiapkan acara. Semoga kebaikannya menjadi teladan dan membawa berkah,” ucap Rahwini.
Menurut Haji Ilyas pemilik lahan sawah, panitia berencana mengundang KH. Musleh Adnan dari Pulau Madura sebagai penceramah utama. Figur ulama kharismatik itu diyakini akan menarik banyak jamaah dari berbagai penjuru Situbondo dan sekitarnya.

Masyarakat pun menilai ketulusan Haji Ilyas sebagai teladan. Di tengah zaman yang serba perhitungan materi, sikap ikhlas merelakan panen demi kepentingan agama menjadi sesuatu yang langka sekaligus menginspirasi. Banyak warga menyebut bahwa amalnya itu akan mendatangkan berkah berlipat ganda.
Ismail, salah seorang RT setempat, juga siap menyumbang hadrah untuk memeriahkan acara pengajian tersebut.
Kisah Haji Ilyas dan Ismail menjadi pengingat bahwa semangat gotong royong dan pengorbanan demi kemaslahatan bersama masih hidup di tengah masyarakat. Ia menunjukkan bahwa pengajian bukan hanya tentang ceramah agama, tetapi juga tentang bagaimana umat meneladani nilai-nilai kebaikan yang diajarkan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.













