Balad Grup Usulkan Penghentian Ekspor Benih Bening Lobster, Ganti dengan Ekspor Lobster 50 Gram

Redaksi

Ganti dengan Ekspor Lobster 50 Gram, BALAD GRUP Usulkan Penghentian Ekspor Benih Bening Lobster

BALAD GRUP Dorong Indonesia Jadi Raja Perikanan Budidaya Dunia

Gugusan Teluk Kangean, Sumenep, Madura, Jawa Timur – Bandar Laut Dunia Grup (BALAD GRUP) siap melanjutkan dan memperluas usaha perikanan budidaya di Indonesia. Fokus utama perusahaan berada di Gugusan Teluk Kangean, lokasi strategis dengan potensi sumber daya laut yang melimpah di garis khatulistiwa.

BALAD GRUP menetapkan lima bidang utama budidaya laut:

1. Rumput Laut

2. Lobster

3. Teripang

4. Kerapu

5. Kerang

Dengan langkah strategis ini, BALAD GRUP mendukung visi pemerintah Indonesia untuk meningkatkan produktivitas sektor perikanan dan memperkuat posisi Indonesia sebagai Raja Perikanan Budidaya Dunia.

Memperluas Budidaya Rumput Laut

Melalui anak usaha Bandar Rumput Laut Nusantara Grup (BRULANTARA GRUP), BALAD GRUP menargetkan pengembangan 50.000 hektare area budidaya rumput laut di Laut Kangean. Rumput laut memiliki nilai ekonomi tinggi dan menjadi bahan baku industri pangan, kosmetik, obat-obatan, dan biofuel.

Selain aspek ekonomi, budidaya rumput laut juga memberikan manfaat lingkungan. Rumput laut mampu menyerap karbon, menjaga kualitas air laut, dan menjadi habitat bagi berbagai biota laut. BRULANTARA GRUP menyiapkan infrastruktur pendukung seperti kapal pengangkut, sistem monitoring kualitas air, dan pelatihan teknologi budidaya modern bagi nelayan lokal.

Dengan pengembangan ini, Indonesia berpotensi menjadi produsen rumput laut terbesar di dunia, menyaingi negara-negara seperti Filipina, China, dan Korea Selatan.

Ekspor lobster 50 gram

Usulan Strategis: Hentikan Ekspor Benih Bening Lobster

Indonesia dikenal memiliki kualitas lobster terbaik di Asia. Saat ini, ekspor benih bening lobster (BBL) masih berlangsung, terutama ke Vietnam. Praktik ini kurang menguntungkan karena nilai jual lobster dewasa jauh lebih tinggi dibanding benihnya.

Baca Juga:
Peluang Bisnis Makanan Kekinian yang Dijamin Viral di 2025

HRM. Khalilur R Ab. S, Founder BALAD GRUP, mengusulkan kepada Presiden RI Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto untuk:

1. Menghentikan ekspor BBL

2. Mengganti dengan ekspor lobster siap jual seberat 50 gram

Manfaat Strategis Ekspor Lobster 50 Gram

Menumbuhkan Budidaya Nasional
Nelayan dan pembudidaya akan menumbuhkan lobster hingga berat ideal 50 gram sebelum dijual, menciptakan ekosistem budidaya berkelanjutan.

Mempertahankan Hubungan Dagang
Lobster 50 gram tetap menarik bagi mitra dagang, seperti Vietnam, sekaligus meningkatkan reputasi Indonesia di pasar global.

Meningkatkan Kemandirian Ekonomi Perikanan
Dengan memaksimalkan budidaya lobster, Indonesia mengurangi ketergantungan ekspor benih, menambah pendapatan nasional, dan mendukung ekonomi pesisir.

BALAD GRUP berencana menyampaikan usulan resmi melalui surat elektronik kepada Presiden RI dan membuka dialog dengan kementerian terkait untuk percepatan kebijakan ini.

Memulai Budidaya Kerang

BALAD GRUP akan mengembangkan kerang putih dan kerang coklat:

Kerang Putih: untuk ekspor ke China

Kerang Coklat: sebagai pakan lobster, mendukung rantai pasok budidaya laut

Budidaya kerang juga memiliki manfaat ekologis. Kerang mampu menjernihkan air laut, mendukung ekosistem laut, dan menjadi sumber protein. Strategi ini menciptakan integrasi vertikal, memastikan setiap komoditas saling mendukung untuk efisiensi rantai pasok dan keuntungan ekonomi.

Ekspor lobster 50 gram

Lanjutkan Budidaya Teripang

BALAD GRUP menekankan pengembangan budidaya teripang di Teluk Kangean. Teripang bernilai tinggi di pasar internasional, terutama untuk obat-obatan dan produk kesehatan di China, Jepang, dan Korea Selatan.

Perusahaan akan melakukan studi banding ke China pada akhir Oktober 2025 untuk mempelajari sistem budidaya modern dengan keramba jaring apung, yang memungkinkan pertumbuhan teripang optimal, aman dari pencemaran, dan meminimalkan kerugian akibat predator atau penyakit.

Selain aspek ekonomi, budidaya teripang mendukung keberlanjutan ekosistem laut, karena berperan menjaga keseimbangan nutrien di dasar laut.

Baca Juga:
Koperasi Merah Putih, Pilar Ekonomi Desa untuk Indonesia Maju

Memulai Budidaya Kerapu

Melalui anak usaha Bandar Kerapu Nusantara Grup (BAKERA GRUP), BALAD GRUP akan memulai budidaya ikan kerapu pada Desember 2025. Kerapu memiliki harga tinggi di pasar domestik dan internasional.

Teknologi modern seperti sistem biofloc dan kontrol kualitas air otomatis akan digunakan untuk memaksimalkan pertumbuhan ikan, meminimalkan kematian, dan menjaga kesehatan ikan. Budidaya kerapu akan memperkuat posisi Indonesia di pasar perikanan budidaya global dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal.

Strategi Nasional dan Dampak Sosial Ekonomi

Usulan penghentian ekspor BBL dan pengembangan lobster 50 gram mendukung strategi nasional:

1. Meningkatkan Nilai Tambah Produk Perikanan
Lobster siap jual memiliki nilai lebih tinggi, menambah pendapatan negara dan nelayan.

2. Menciptakan Kemandirian Pangan dan Ekonomi Pesisir
Nelayan menumbuhkan lobster sendiri, mengurangi ketergantungan pada pihak ketiga.

3. Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan
Integrasi berbagai budidaya (rumput laut, lobster, kerang, teripang, kerapu) menciptakan ekosistem multi-komoditas laut yang berkelanjutan.

4. Meningkatkan Daya Saing Global Indonesia
Ekspor lobster 50 gram dan komoditas laut lain memperkuat reputasi Indonesia sebagai produsen perikanan unggulan.

Kesimpulan

Dengan program budidaya laut terintegrasi dan usulan strategis kepada Presiden RI, BALAD GRUP optimistis Indonesia mampu menjadi Raja Perikanan Budidaya Dunia. Langkah ini memperkuat sektor ekonomi nasional dan menciptakan keadilan sosial bagi masyarakat pesisir melalui lapangan kerja, peningkatan keterampilan, dan peluang usaha baru.

HRM. Khalilur R Ab. S menekankan bahwa penghentian ekspor BBL demi ekspor lobster 50 gram adalah strategi jangka panjang yang menguntungkan seluruh rakyat Indonesia. Dengan dukungan pemerintah dan kerja sama pelaku usaha lokal, Indonesia dapat membangun ekosistem perikanan berkelanjutan, meningkatkan nilai tambah produk laut, dan memperkuat posisi global sebagai produsen perikanan unggulan.

Baca Juga:
Panduan Memilih Jasa Sewa Rigging Berkualitas untuk Event Indoor dan Outdoor