Penanganan balap liar membutuhkan sinergi lintas sektor. Polisi terus bertindak tegas, sementara pemerintah daerah dan masyarakat diharapkan lebih aktif memberikan dukungan dan solusi jangka panjang.
SAROMBEN.COM | Situbondo ~ Fenomena balap liar Situbondo kembali menjadi perhatian publik. Setiap akhir pekan, suara knalpot bising dan kerumunan penonton kerap muncul di jalan-jalan utama. Aktivitas ini tidak hanya mengganggu kenyamanan warga, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan dan keresahan sosial di tengah masyarakat.
Aparat kepolisian, khususnya Unit Lalu Lintas Polres Situbondo, telah menunjukkan keseriusannya dalam menindak praktik balap liar. Razia malam ataupun sore digelar secara rutin, para pelaku diberikan pembinaan. Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen polisi dalam menjaga keamanan dan ketertiban lalu lintas.
Namun, upaya tersebut tidak bisa berdiri sendiri. Tanpa keterlibatan pemerintah daerah dan dukungan masyarakat, persoalan ini hanya akan berputar dalam lingkaran yang sama ~ tertib sebentar, marak lagi kemudian.
Pemerintah Daerah Perlu Beri Ruang Aman
Banyak pihak menilai bahwa penanganan balap liar tidak cukup hanya dengan penegakan hukum. Diperlukan langkah nyata dari pemerintah daerah untuk menyediakan ruang aman bagi anak muda menyalurkan minat otomotifnya secara positif.
Pemerintah dapat menginisiasi pembangunan sirkuit mini, mengadakan balapan resmi, atau menggelar kegiatan komunitas otomotif berizin. Dengan cara ini, energi dan kreativitas generasi muda bisa tersalurkan dengan benar, tanpa harus melanggar aturan lalu lintas.
Seorang pemerhati sosial di Situbondo menuturkan bahwa sinergi antara polisi, pemerintah daerah, dan komunitas otomotif bisa menjadi solusi efektif.
“Anak muda sebenarnya punya potensi besar di bidang otomotif. Kalau diarahkan lewat ajang resmi, kegiatan mereka bisa jadi kebanggaan daerah, bukan masalah,” ujarnya.

Masyarakat Juga Punya Peran
Selain aparat dan pemerintah, masyarakat memiliki peran penting dalam menumbuhkan budaya tertib lalu lintas. Dukungan orang tua, guru, dan tokoh masyarakat dapat membantu menanamkan kesadaran sejak dini bahwa keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama.
Kesadaran kolektif ini penting agar anak muda memahami bahwa keberanian dan kecepatan tidak perlu dibuktikan di jalan raya, tetapi bisa ditunjukkan dalam kompetisi yang legal dan terarah.
Menuju Situbondo yang Aman dan Tertib
Fenomena balap liar sesungguhnya mencerminkan adanya kebutuhan sosial yang belum tertangani dengan baik. Ketika ruang ekspresi anak muda terbatas, jalanan sering menjadi pelarian. Karena itu, solusi yang paling bijak adalah memperkuat sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan komunitas masyarakat.
Dengan kolaborasi dan komunikasi terbuka, Situbondo bisa menjadi contoh daerah yang aman, produktif, dan berbudaya tertib lalu lintas. Keselamatan bukan hanya tentang aturan, tetapi juga tentang kepedulian bersama.













