Dari Kuala Lumpur, Gus Lilur Deklarasikan Manifesto Kebangkitan Tembakau Nusantara

Kuala Lumpur – Sebuah gagasan besar tentang masa depan tembakau Indonesia lahir dari sebuah perjalanan bisnis di kawasan Asia–Australia. Di tengah rangkaian pertemuan dengan sejumlah mitra internasional, HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy (Gus Lilur) mendeklarasikan sebuah visi besar: kebangkitan tembakau Nusantara menuju panggung industri rokok dunia.

Deklarasi tersebut disampaikan setelah serangkaian diskusi dengan sejumlah relasi dari delapan negara yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia. Dari pertemuan itu muncul kesadaran bersama bahwa Indonesia memiliki potensi besar yang selama ini belum sepenuhnya dimanfaatkan secara maksimal dalam industri rokok global.

Menurut Gus Lilur, kekuatan industri rokok dunia pada dasarnya bertumpu pada kualitas bahan baku tembakau. Sementara Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan kekayaan tembakau terbaik yang memiliki karakter rasa khas dari berbagai daerah.

“Indonesia sebenarnya memiliki modal yang sangat kuat dalam industri tembakau. Dari Lombok hingga Temanggung, dari Madura hingga Deli, kita memiliki varietas tembakau yang diakui kualitasnya di dunia,” ujarnya.

Kesadaran itulah yang kemudian mendorong lahirnya sebuah langkah strategis dengan mendirikan induk perusahaan baru bernama Bandar Rokok Nusantara Global Grup (BARONG GRUP). Perusahaan ini diproyeksikan menjadi kendaraan bisnis untuk memperluas jaringan industri rokok Indonesia hingga ke berbagai negara.

Gus Lilur menjelaskan, BARONG GRUP dibangun dengan visi menjadikan tembakau Nusantara sebagai fondasi kekuatan industri rokok global yang berasal dari Indonesia. Langkah ini sekaligus menjadi upaya untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi dari komoditas tembakau nasional.

“Selama ini Indonesia sering hanya menjadi pemasok bahan baku. Ke depan, kita harus berani mengambil peran lebih besar dengan membangun industri yang memiliki jaringan produksi dan distribusi internasional,” katanya.

Baca Juga:
HRM Khalilur Sahlawiy Usul ke Presiden Prabowo: Stop Ekspor BBL, Ganti dengan Lobster 50 Gram

Gus

Dalam kerangka tersebut, BARONG GRUP merancang tiga agenda strategis yang menjadi bagian dari ekspedisi industri rokok global.

Agenda pertama adalah EPARSIA Pasar Rokok, yaitu ekspedisi untuk memetakan serta membuka akses pasar rokok di kawasan Asia dan Australia. Program ini bertujuan memahami dinamika pasar sekaligus membangun jaringan distribusi bagi produk rokok Indonesia.

Agenda kedua adalah EPARSIA Pabrik Rokok, sebuah program penjajakan kerja sama pembangunan pabrik rokok di sejumlah negara di kawasan Asia–Australia. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi produk rokok Indonesia di pasar internasional.

Sementara agenda ketiga adalah EPARSIA Pabrik Rokok Indonesia–Dunia, yaitu program jangka panjang untuk membangun pabrik rokok berskala besar di Indonesia sekaligus mengembangkan jaringan pabrik di berbagai negara di dunia.

Melalui strategi tersebut, tembakau Nusantara diharapkan tidak lagi hanya dikenal sebagai komoditas pertanian, tetapi juga sebagai fondasi bagi kebangkitan industri global yang berasal dari Indonesia.

Gus Lilur juga menyoroti paradoks yang selama ini terjadi dalam industri tembakau nasional. Di satu sisi, Indonesia dikenal memiliki tembakau berkualitas tinggi yang digunakan oleh banyak industri rokok di dunia. Namun di sisi lain, banyak petani tembakau masih menghadapi tantangan kesejahteraan.

“Jika tembakau kita diakui dunia, maka sudah seharusnya petani tembakau Indonesia juga mendapatkan manfaat ekonomi yang lebih besar dari industri ini,” ujarnya.

Karena itu, menurutnya, pembangunan industri rokok yang lebih kuat tidak hanya bertujuan memperluas bisnis, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya para petani tembakau.

Di berbagai wilayah Nusantara, tembakau telah lama menjadi bagian penting dari kehidupan ekonomi masyarakat. Mulai dari tembakau Lombok di Nusa Tenggara Barat yang dikenal sebagai salah satu sumber Virginia Blend berkualitas, tembakau Madura dengan karakter Oriental Blend yang khas, hingga tembakau Jember yang menjadi sumber Burley Blend untuk industri rokok.

Baca Juga:
Muktamar NU di Ujung Taruhan: Antara Otoritas Ulama dan Bayang Politik Kekuasaan

Selain itu, terdapat pula tembakau Besuki di Situbondo yang memiliki cita rasa istimewa, tembakau Deli di Sumatera Utara yang terkenal dalam industri cerutu dunia, serta tembakau Srintil dari Temanggung yang dikenal sebagai salah satu tembakau premium paling langka.

Gus Lilur menilai bahwa kekayaan tembakau tersebut merupakan modal besar bagi Indonesia untuk memainkan peran lebih strategis dalam industri rokok global.

“Saatnya tembakau Nusantara tidak hanya menjadi bahan baku, tetapi menjadi kekuatan ekonomi yang mampu mengangkat kesejahteraan petani dan membawa nama Indonesia di panggung industri dunia,” katanya.

Dari sebuah kamar hotel di Kuala Lumpur, Gus Lilur mengaku memanjatkan doa agar setiap rencana besar tersebut mendapatkan kemudahan dan keberkahan.

Ia berharap suatu hari nanti dunia dapat melihat bahwa dari Indonesia lahir sebuah kekuatan industri rokok global yang mampu mengangkat nilai tembakau Nusantara sekaligus memberikan kesejahteraan yang lebih baik bagi jutaan petani tembakau di tanah air.

“Semoga langkah ini menjadi awal dari kebangkitan tembakau Indonesia di panggung dunia,” ujarnya.